" FINANCIAL WORLD FLOW "

Jumat, 18 Februari 2011

permasalahan di mesir(persatuan dan kesatuan negara dan perkembangan negara)

Persatuan LSM-LSM Islam Dunia Dukung Rakyat Mesir
Jumat, 11 Feb 2011 07:42 WIB

JAKARTA, RIMANEWS- Sekjend the Union of NGO's of the Islamic World (UNIW) - Persatuan LSM-LSM Dunia Islam - Necmi Sadıkoğlu, merasa prihatin dengan kondisi yang terakhir yang terjadi di Mesir. Merespons perkembangan tersebut Necmi Sadıkoğlu memberikan dukungan terhadap gerakan rakyat menentang penguasa Hosni Mubarak. Hal yang sama juga menjadi sikap PB HMI yang juga merupakan anggota UNIW. Berikut ini adalah pernyataan sikap Sekjend UNIW

The Union of NGO's of the Islamic World (UNIW) merasa prihatin mengamati perkembangan terakhir di Mesir, di mana ratusan orang tak berdosa tewas, luka-luka dan ribuan lainnya ditahan. Sementara institusi-institusi publik, rumah sakit, dan fasilitas lainnya dibakar, dihancurkan dan dijarah oleh sekelompok atau beberapa kelompok orang, saat ini ada perkembangan cukup baik di mana organisasi-organisasi Muslim dan gerakan lainnya melakukan mobilisasi massa untuk melindungi lembaga-lembaga tersebut serta menjaga keamanannya penjarahan dan perusakan.

Sementara jutaan rakyat Mesir mengambil resiko turun ke jalan melawan mereka-mereka yang memegang kekuasaan saat ini, beberapa aparat keamanan justru melakukan serangan untuk menghentikan gerakan dengan semboyan "enaugh is enaugh (cukup-sudah-Cukup)" tersebut.

Beberapa berita mengenai rencana jahat penguasa untuk menekan gerakan rakyat tersebut cukup mengkhawatirkan kami. Oleh karena itu, UNIW (the Union of NGO's of the Islamic World) – Persatuan LSM-LSM Dunia Islam, sebagai sebuah organisasi internasional dengan 200 anggota berasal lebih dari 50 negara, menyatakan hal-hal berikut:

1. Kami mendukung demonstrasi besar-besaran dan damai yang dilakukan oleh rakyat Mesir. Kami juga menghargai posisi gerakan-gerakan sosial yang melakukan mobilisasi pengikut mereka untuk melindungi properti negara dan masyarakat dari perampokan dan penjarahan.

2. Penguasa despotik beserta kebijakan-kebijakannya sesungguhnya tidak memberikan manfaat terutama bagi bangsanya sendiri, bagi kawasannya dan bagi dunia pada umumnya. Oleh karena itu, kami mendukung keinginan warga Mesir untuk berjuang meraih kebebasannya.

3. Kami menghimbau agar tentara Mesir dan pasukan keamanan lainnya tidak melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan keinginan bangsanya sendiri. Kami mendukung penggunaan cara-cara yang sah dalam rangka menekan dan mencegah perkembangan yang tidak diinginkan, yang bertentangan dengan proses yang telah direncanakan.

4. Kami mengundang Pemerintah Turki dan Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk mengambil langkah-langkah nyata dan serius serta mendengarkan tuntutan masyarakat Mesir yang menginginkan stabilitas negara, yaitu mengusir penguasa saat ini, yang tiada lain adalah penyebab dari situasi yang berkembang saat ini.

Kami menyampaikan keinginan ini melalui publik, bahwa setelah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melakukan normalisasi situasi dari meningkatnya situasi kacau tersebut, musti perlu segera dilakukan pemilihan umum yang bebas dan transparan sebagaimana dikehendaki oleh masyarakat Mesir.


28 Safar 1432 / 1 Februari 2011

The Union of NGOs of the Islamic World (UNIW)
Persatuan LSM Dunia Islam (UNIW)


Senin, 04 Oktober 2010

koperasi ( kredit union)

nama : cici kris.h
kelas : 2EA15
npm : 12209985





Koperasi kredit atau Credit Union atau biasa disingkat CU adalah sebuah lembaga keuangan yang bergerak di bidang simpan pinjam yang dimiliki dan dikelola oleh anggotanya, dan yang bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya sendiri.

Koperasi kredit memiliki tiga prinsip utama yaitu: 1) azas swadaya (tabungan hanya diperoleh dari anggotanya); 2) azas setia kawan (pinjaman hanya diberikan kepada anggota) dan 3) azas pendidikan dan penyadaran (membangun watak adalah yang utama; hanya yang berwatak baik yang dapat diberi pinjaman).
[sunting] Sejarah

Sejarah koperasi kredit dimulai pada abad ke-19. Ketika Jerman dilanda krisis ekonomi karena badai salju yang melanda seluruh negeri. Para petani tak dapat bekerja karena banyak tanaman tak menghasilkan. Penduduk pun kelaparan.

Situasi ini dimanfaatkan oleh orang-orang berduit. Mereka memberikan pinjaman kepada penduduk dengan bunga yang sangat tinggi. Sehingga banyak orang terjerat hutang. Oleh karena tidak mampu membayar hutang, maka sisa harta benda mereka pun disita oleh lintah darat.

Kemudian tidak lama berselang, terjadi Revolusi Industri. Pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia diambil alih oleh mesin-mesin. Banyak pekerja terkena PHK. Jerman dilanda masalah pengangguran secara besar-besaran.

Melihat kondisi ini wali kota Flammersfield, Friedrich Wilhelm Raiffeisen merasa prihatin dan ingin menolong kaum miskin. Ia mengundang orang-orang kaya untuk menggalang bantuan. Ia berhasil mengumpulkan uang dan roti, kemudian dibagikan kepada kaum miskin.

Ternyata derma tak memecahkan masalah kemiskinan. Sebab kemiskinan adalah akibat dari cara berpikir yang keliru. Penggunaan uang tak terkontrol dan tak sedikit penerima derma memboroskan uangnya agar dapat segera minta derma lagi. Akhirnya, para dermawan tak lagi berminat membantu kaum miskin.

Raiffeisen tak putus asa. Ia mengambil cara lain untuk menjawab soal kemiskinan ini. Ia mengumpulkan roti dari pabrik-pabrik roti di Jerman untuk dibagi-bagikan kepada para buruh dan petani miskin. Namun usaha ini pun tak menyelesaikan masalah. Hari ini diberi roti, besok sudah habis, begitu seterusnya.

Berdasar pengalaman itu, Raiffeisen berkesimpulan: “kesulitan si miskin hanya dapat diatasi oleh si miskin itu sendiri. Si miskin harus mengumpulkan uang secara bersama-sama dan kemudian meminjamkan kepada sesama mereka juga. Pinjaman harus digunakan untuk tujuan yang produktif yang memberikan penghasilan. Jaminan pinjaman adalah watak si peminjam.”

Untuk mewujudkan impian tersebutlah Raiffeisen bersama kaum buruh dan petani miskin akhirnya membentuk koperasi bernama Credit Union (CU) artinya, kumpulan orang-orang yang saling percaya.

Credit Union yang dibangun oleh Raiffeisen, petani miskin dan kaum buruh berkembang pesat di Jerman, bahkan kini telah menyebar ke seluruh dunia.